Berita

Biro PBJ NTB Gencarkan Monitoring dan Evaluasi Klinis: Pacu Serapan Anggaran Perubahan 2025

Biro PBJ NTB Gencarkan Monitoring dan Evaluasi Klinis: Pacu Serapan Anggaran Perubahan 2025

Mataram, 29 September – 3 Oktober 2025 – Dalam upaya mengakselerasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, khususnya pasca penetapan APBD Perubahan, Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Klinis selama empat hari penuh.

Kegiatan ini secara spesifik berfokus pada dua hal krusial: Percepatan Penyerapan Anggaran dan Pengimputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD Perubahan pada aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

"Percepatan realisasi anggaran di triwulan terakhir ini menjadi prioritas utama, terutama setelah APBD Perubahan ditetapkan. MONEV Klinis ini adalah langkah strategis kami untuk memastikan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) segera menindaklanjuti program yang telah disesuaikan, termasuk ketepatan dan kecepatan input RUP di SiRUP," ujar Kepala Biro PBJ NTB.

Fokus 5 OPD Kunci

MONEV Klinis ini menyasar 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan alokasi anggaran dan volume pengadaan yang signifikan, yaitu:

  1. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB

  2. Dinas Pertanian Provinsi NTB

  3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB

  4. Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB

  5. Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Pendekatan 5 Tim Klinis

Untuk memastikan pendampingan yang intensif dan tuntas, kegiatan MONEV dibagi menjadi 5 Tim Klinis. Setiap tim yang terdiri dari 5 hingga 6 personel ahli dari Biro PBJ, bergerak secara simultan untuk memberikan asistensi langsung di tempat (on-site).

Pendekatan 'Klinis' ini memungkinkan tim untuk mengidentifikasi hambatan secara mendalam, memberikan solusi teknis, dan memastikan semua tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan RUP hingga proses pemilihan penyedia, berjalan sesuai regulasi dan target waktu.

Diharapkan melalui MONEV Klinis ini, penyerapan anggaran pada OPD sasaran dapat meningkat drastis, kualitas perencanaan pengadaan semakin akurat, dan realisasi program pembangunan dapat optimal sebelum akhir tahun anggaran 2025. "Kepatuhan dan kecepatan adalah kunci sukses pengadaan. (one)