Jakarta – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar dengan mengikuti pengadaan yang dibiayai Mitra Pemerintah. Proyek yang ditawarkan mulai dari Konsultan Perorangan hingga Kontrak Konstruksi yang bernilai besar. Hal ini disampaikan Direktur Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Wahyuni Kartianingsih.

“Kegiatan ini adalah suatu kesempatan bagi para pelaku usaha untuk mengetahui cara memasuki dan mendapatkan paket pengadaan pemerintah yang dibiayai mitra pembangunan.“ kata Dwi dalam seminar peluang usaha secara daring, Rabu (27/07) di Jakarta.

Sebagaimana diketahui pendanaan pengadaan barang/jasa pemerintah tidak hanya bersumber dari APBN/APBD saja, namun sebagian juga bisa melalui dana pinjaman atau hibah dari Mitra Pembangunan.  Dwi menyebut, hal ini adalah bentuk sinergi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/PD), pelaku usaha dan Mitra Pembangunan.

Country Director Indonesia Resident Mission ADB Jiro Tominaga mengatakan, proyek pembangunan yang didanai ADB meliputi program perlindungan sosial, percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan ketahanan pangan serta isu perubahan iklim. Seperti di Indonesia, rencana pengadaan juga diumumkan secara terbuka melalui website ADB. Dari data yang diperoleh sepanjang 2022 ADB mengucurkan sekitar 48,8 juta dollar US untuk proyek pembangunan di Indonesia.

Rizal Rivai, salah satu pelaku usaha yang pernah mengerjakan proyek pembangunan ADB mengatakan, bahwa seluruh kualifikasi dan persyaratan yang diumumkan ADB bersifat transparan dan terbuka. Menurutnya, hal ini bisa meng-encourage pelaku usaha nasional untuk ikut merasakan kompetisi bidding tender dengan standar internasional. Jika sudah berpengalaman dengan skema pengadaan standar internasional, niscaya akan lebih berani untuk berkompetisi di level internasional.

“Saya bisa melihat itu equal opportunity itu diberlakukan secara luas. Kita jangan takut untuk berkompetisi. Bahkan dalam kompetisi internasional banyak konsultan ataupun kontraktor Indonesia yang mendapatkan kontrak. “ terang Rizal. (fan)

Kategori: Info LKPP

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.